Minerba.id – Menurut data Ditjen Minerba – Kementerian ESDM, harga referensi batubara acuan (HBA) sepanjang 2025 menunjukkan tren fluktuatif di pasar global. Misalnya pada akhir Desember 2025, harga batubara acuan berada di kisaran ~US$ 100–110/ton, turun dari level awal tahun yang di atas US$120/ton, mencerminkan tekanan harga di pasar global. Selain itu, harga komoditas lain seperti nikel aktif diperdagangkan di level di atas US$14.000/ton sepanjang tahun.
Dari sisi produksi, data ESDM memproyeksikan produksi batubara nasional tahun 2025 di bawah 790 juta ton, lebih rendah dibandingkan produksi 2024 yang mencapai sekitar 836 juta ton. Penurunan ini sengaja dilakukan untuk membantu memperbaiki harga jual di pasar internasional, di tengah melemahnya permintaan global.
Sementara itu BPS mencatat ekspor batubara Indonesia pada periode Januari–Juli 2025 turun hingga 21,7% secara nilai, menjadi sekitar US$13,82 miliar. Penurunan volume dan nilai ekspor ini mencerminkan kondisi pasar yang belum pulih sepenuhnya pada paruh pertama tahun.









