Minerba.id – Kementerian ESDM memperkirakan penurunan ekspor batubara Indonesia sepanjang 2025 sebesar sekitar 30 juta ton secara tahunan, disebabkan oleh penurunan permintaan dari negara-negara konsumen tradisional seperti China dan India.
Penurunan ini mendorong pemerintah mengajak pelaku usaha menjajaki pasar baru di kawasan ASEAN, sebagai strategi diversifikasi pasar ekspor.
Di sisi global, menurut lembaga internasional seperti IEA, produksi batubara dunia diperkirakan tetap stabil di level tinggi pada 2025, meskipun permintaan menurun di beberapa wilayah utama. China dan India tetap menjadi penggerak utama konsumsi global, sementara negara-negara OECD cenderung menurunkan konsumsi karena pergeseran ke energi rendah karbon.








