Minerba.id – Presiden Prabowo Subianto memantau secara langsung lokasi tambang ilegal yang telah disita dan diserahkan kepada PT Timah Tbk. Turut mendampingi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.
Dalam peninjauannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi negara. Berdasarkan perhitungan awal, aktivitas tambang ilegal yang berhasil digerebek telah merugikan keuangan negara sekitar Rp300 triliun, termasuk potensi pajak, royalti, dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada ekonomi jangka panjang.
Presiden menekankan agar aparat hukum bertindak tegas dan konsisten, tanpa pandang bulu, terhadap para pelaku. Sikap serius ini diperlihatkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang terlihat fokus saat Presiden Prabowo menginstruksikan penegakan hukum yang tegas terhadap praktik pertambangan ilegal.
Langkah ini sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku tambang ilegal bahwa negara tidak akan mentoleransi kerugian ekonomi dan lingkungan yang ditimbulkan.








