Minerba.id – Aktivitas pertambangan dalam skala besar selalu berdampingan dengan risiko lingkungan. ESDM mencatat bahwa pembukaan lahan dan pengelolaan limbah menjadi isu utama di banyak wilayah tambang aktif.
BPS menunjukkan bahwa daerah dengan aktivitas tambang intensif sering menghadapi tekanan terhadap kualitas air dan lahan. Hal ini menuntut peran aktif pemerintah dan perusahaan dalam pengendalian dampak ekologis.
ICMM menekankan pentingnya praktik pertambangan bertanggung jawab, termasuk pengurangan emisi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Standar ini menjadi acuan global dalam pengelolaan tambang modern.
Global Mining Review menilai bahwa kegagalan mengelola dampak lingkungan dapat meningkatkan biaya sosial dan ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, pendekatan preventif lebih efektif dibanding pemulihan pascakerusakan.
Isu lingkungan pertambangan akan terus relevan selama eksploitasi sumber daya berlangsung, menjadikannya tema evergreen dalam diskursus pembangunan berkelanjutan.











