Minerba.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok. Rencana awal yang memperbolehkan agenda pemerintahan tanpa rapat akhir pekan mulai 2026 akhirnya dibatalkan, setelah Presiden menerima laporan bahwa masih banyak pelajar di daerah terpencil yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan demi bisa bersekolah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat malam. Ia menuturkan bahwa kondisi yang dialami anak-anak di sejumlah daerah menjadi pengingat bahwa pekerjaan pemerintah belum boleh melambat, bahkan di hari Sabtu dan Minggu.
“Saya melihat sendiri laporan-laporan yang membuat hati tidak tenang. Ada anak-anak yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan hanya untuk sampai ke sekolah,” ujarnya. “Karena itu, rencana libur rapat akhir pekan belum bisa saya jalankan. Kita masih punya terlalu banyak pekerjaan.”
Prabowo sekaligus memberikan apresiasi kepada para menteri, menteri koordinator, hingga pejabat pemerintahan yang bekerja tanpa henti. Ia mengakui sering memanggil mereka untuk rapat di luar jam kerja, termasuk di akhir pekan, demi memastikan program prioritas berjalan cepat.
“Saya kira rakyat kita pantas bangga dengan prestasi para menteri dan menko. Mereka bekerja keras, saya tahu itu. Dan saya minta maaf karena sering mengundang rapat pada Sabtu dan Minggu,” tutur Presiden.
Keputusan Prabowo ini menunjukkan arah pemerintahan yang menempatkan pemerataan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama, terutama fasilitas yang menyangkut keselamatan dan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh Indonesia.






