Minerba.id – Di Indonesia, limbah hasil pembakaran batu bara seperti Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dulunya dianggap beban lingkungan — tapi kini mulai dilirik sebagai bahan baku konstruksi. Sebagai contoh, PLN menargetkan pemrosesan FABA sebanyak 3,4 juta ton di tahun 2024 dari 47 PLTU yang ada di tanah air.
Pemanfaatannya pun beragam: sebagian besar digunakan untuk pembangunan jalan (≈ 1,73 juta ton), penggantian sebagian semen (≈ 1,24 juta ton), serta beton dan bahan bangunan lainnya.
Secara teknis, kajian dari Kementerian LHK menunjukkan bahwa FABA dari PLTU tidak tergolong limbah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun), sehingga memungkinkan pemanfaatannya secara lebih luas. ESDM
Kini, banyak startup dan pelaku industri material yang mulai mengembangkan teknologi pengolahan FABA — dari pengganti semen, campuran beton, hingga adsorben limbah industri — menjadikannya bukan hanya “sampah” tapi potensi bisnis hijau yang nyata.











