Minerba.id – Bupati Berau Sri Juniarsih melakukan sidak ke Hutan Kota Tangap pada November 2022. Lalu, tujuannya untuk memastikan aktivitas tambang di wilayah konsesi PT BJU. Namun, hasil temuan justru menimbulkan tanda tanya besar.
PT BJU yang seharusnya hadir untuk bertanggung jawab justru tidak tampak. Sebaliknya, muncul Agus Uriansyah, sosok yang tidak memiliki posisi resmi di perusahaan tersebut. Kehadirannya menimbulkan pertanyaan publik: siapa Agus sebenarnya?
Banyak pihak menduga, Agus hanyalah “wakil bayangan” yang dikirim untuk meredam perhatian. Kehadirannya justru membuka dugaan adanya mafia tambang yang melibatkan birokrat nakal, politisi nakal, hingga pengusaha tamak yang menampung hasil tambang ilegal.
Bupati menegaskan bahwa PT BJU juga tidak segera melakukan reklamasi di area sekitar jalan dan taman Berau Tangap. Hal ini bisa menimbulkan kerusakan lingkungan serius, termasuk ancaman banjir dan hilangnya ruang hijau.
Kerakusan mafia tambang inilah yang kini menjadi sorotan. Publik berharap aparat penegak hukum, termasuk KPK, tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas kasus ini.












