Minerba.id – Konflik horizontal di wilayah Kapiraya, Papua Tengah, terus memanas sepanjang 2026 akibat perebutan wilayah tambang emas.
Perselisihan dipicu oleh sengketa tapal batas antara tiga kabupaten, yakni Deiyai, Mimika, dan Dogiyai. Ketidakjelasan batas wilayah memicu klaim sepihak atas lahan tambang.
Aktivitas tambang ilegal memperkeruh situasi, dengan kelompok masyarakat adat saling bersaing menguasai wilayah kaya emas.
Bentrok yang terjadi menyebabkan korban luka, pengungsian warga, hingga pembakaran fasilitas umum.
Pemerintah daerah didesak menghentikan aktivitas tambang sementara hingga konflik terselesaikan secara hukum dan adat.











