Minerba.id – Diversifikasi rantai pasok mineral telah menjadi prioritas strategis di banyak negara. Menurut Global Critical Minerals Outlook 2025 dari IEA, meskipun terdapat inisiatif diversifikasi, konsentrasi pasokan tetap tinggi. Rata-rata pangsa tiga negara pemurnian teratas untuk mineral kunci energi (seperti lithium, kobalt, nikel) meningkat dari ~ 82% pada 2020 menjadi ~ 86% pada 2024. IEA+2IEA+2
Dari sisi pertambangan (mining), IEA memperkirakan bahwa beberapa mineral akan menyaksikan sedikit desentralisasi: misalnya, porsi tiga negara penambang lithium diperkirakan turun menjadi di bawah 70% menjelang 2035 (dari lebih dari 75% pada 2024). IEA+1 Untuk nikel, IEA memperkirakan bahwa pada 2035, tiga negara penambang teratas akan menyumbang sekitar 85% dari pasokan global, naik dari ~ 75% pada 2024. IEA
Namun, IEA menegaskan bahwa meskipun ada proyek pertambangan baru dan inisiatif kemitraan, diversifikasi pemurnian akan bergerak lambat. Laporan menyebut bahwa pertumbuhan kapasitas refining yang diumumkan sebagian besar masih terkonsentrasi di beberapa negara besar, dan transformasi rantai pasok tidak akan secepat yang diharapkan tanpa dukungan kebijakan dan investasi besar. IEA+1 Risiko ketergantungan tetap nyata, terutama jika negara-negara importir tidak berhasil membangun fasilitas pengolahan domestik dengan cukup cepat untuk mengimbangi dominasi saat ini.





